Miskin Dan Kaya

Orang kaya dan miskin ternyata sama-sama sedang dipercaya oleh ALLAH untuk mengemban peran yang dijalani. Orang kaya dipercaya ALLAH untuk memegang amanah dengan hartanya. Orang miskin dipercaya ALLAH untuk memegang amanah menjadi miskin. Untuk memegang amanah menjadi miskin ALLAH
menyiapkan tubuhnya lebih kuat dari pada pemegang amanah kaya, karena dia harus kuat berjalan, kuat berhimpitan dikendaraan umum, kuat makan sedikit dan mentalnya harus kuat ketika mendapat tekanan sosial dan ekonomi. Orang kaya tidak akan sanggup untuk bekerja diterik matahari seperti kuli-kuli bangunan, karena tubuhnya tidak dipersiapkan oleh ALLAH. Orang Kaya inginnya bekerja ditempat yang ber AC nan sejuk. Itulah mengapa Rasulullah menganjurkan kita mengasihi orang miskin, karena begitu beratnya menjadi orang miskin..

Demikian juga Allah didalam Alquran sering disebut orang miskin. Diantaranya:

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.(QS 51:19)

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (QS 69:34)

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22)

Disinilah terbukti ALLAH begitu memperhatikan orang miskin. Untuk itu sang kaya dipercaya ALLAH untuk memberikan sedekah kepada sang miskin. Membantu meringankan beban penderitaannya agar tidak sampai putus asa.

ALLAH pun memberikan solusi untuk kedua peran ini dengan SABAR dan SYUKUR. Sang miskin bersabar dengan kemiskinannya dan sang kaya bersyukur dengan kekayaannya. Agar tidak melekat dengan kemiskinan dan kekayaan. Karena ini hanya peran dan ketika menghadapNYA kelak semua akan ditinggalkan.

Miskin dan kaya adalah soal materi yang diamanahkan kepada seorang manusia, bukan menjadi standar kebahagiaan hidup, jikapun dia mendapatkan kebahagiaan dengan hartanya, itu adalah kebahagian semu karena kebahagian yang hakiki adalah BERSAMA ALLAH.

Namun demikian ketika mendapatkan peran menjadi orang miskin, seorang hamba harus bisa bersikap menerima dan tidak mengeluh. Innamal usri yusro, sesudah kesulitan/kemiskinan ada kemudahan/kekayaan. Merendahkan
diri dihadapan ALLAH mengharapkan ALLAH berkenan merubah peran menjadi orang kaya, agar bisa tahu bagaimana rasanya orang yang bersedekah. Hu Allahu a’lamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: